• PDF

Program

  • Sabtu, 11 Desember 2010 16:02
  • Oleh Administrator

Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Owa Jawa (JGC) memulai programnya sejak tahun 2003, dimana JGC berperan sebagai tempat pusat pemulihan owa jawa yang berasal dari masyarakat untuk dikembalikan lagi ke habitat alaminya melalui beberapa proses aktivitas yang dilakukan.

Aktifitas program yang dilakukan antara lain :
Penyelamatan
Melakukan penerimaan owa jawa yang berasal dari masyarakat yang dititipkan oleh BKSDA untuk direhabilitasi. Selain itu juga melakukan survei kepemilikan owa jawa yang ada di masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti oleh BKSDA untuk proses lebih lanjut.  Dalam penyelamatan ini aspek yang ditekankan adalah kesadaran dari pemilik secara sukarela untuk menyerahkannya.

Rehabilitasi

Merupakan proses mengembalikan satwa pada keadaan kesehatan dan tingkah laku yang optimum. Tahapan proses rehabilitasi adalah: a) karantina dan pemeriksaan kesehatan, b) pemulihan kondisi fisik, psikologi dan tingkah laku satwa dan c) penjodohan dengan pasangannya sehingga membentuk keluarga yang tingkah lakunya sudah ter-rehabilitasi.

Informasi konservasi
Dengan membuat media penyuluhan untuk masyarakat tentang konservasi owa jawa, penyuluhan kepada masyarakat yang masih memelihara owa jawa  dengan harapan dapat  menyerahkan kepada pihak yang berwenang untuk direhabilitasi. Selain itu juga melakukan kegiatan peliputan program rehabilitasi di JGC melalui kerjasama dengan media cetak maupun elektronik.

Pendidikan dan Penyadaran
Dengan membuat media pendidikan antara lain buku bacaan anak-anak sekolah bernuansa owa jawa, program terpadu antara Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB), Stasiun Penelitian Bodogol (SPB) dan Javan Gibbon Center (JGC), presentasi ke sekolah dan masyarakat tentang konservasi owa jawa yang bekerjasama dengan program mobil unit konservasi MOLI & TELSI.  Kegiatan ini dapat dilakukan di JGC maupun di lokasi yang terfokus pada daerah-daerah yang berdekatan dengan habitat owa jawa di alam.  Kegiatan pendidikan dan penyadaran yang dilakukan di JGC merupakan kegiatan terbatas yang melibatkan siswa sekolah maupun masyarakat.

Penelitian
Kegiatan penelitian dilakukan melalui penelitian non-invasive secara berkelanjutan khususnya penelitian perkembangan perilaku owa jawa. Kegiatan ini selain dilakukan oleh staf JGC, juga dapat melibatkan para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang melakukan penelitian perilaku owa jawa pada masa rehabilitasi. Selain itu untuk mendukung program JGC, diperlukan penelitian-penelitian lapangan terhadap owa jawa di alam. Kegiatan ini dapat bekerjasama dengan Stasiun Penelitian Bodogol maupun lembaga konservasi lainnya.

Reintroduksi
Merupakan proses melepaskan owa jawa yang sudah terbentuk pasangan (keluarga) dan siap untuk diliarkan ke habitat yang memungkinkan berdasarkan hasil penelitian kelayakan habitat dan rekomendasi tehnis dari IUCN dan juga dari berbagai pihak yang terkait. Untuk pelepasliaran ini diperlukan beberapa kriteria antara lain satwa bebas dari penyakit, satwa berpasangan atau berkelompok, satwa secara fisik mampu makan sendiri (tidak tergantung lagi dengan manusia), kemampuan brakhiasi dan jarang turun ke bawah. Tempat-tempat pelepasliaran merupakan kawasan konservasi baik taman nasional maupun cagar alam yang diketahui merupakan kawasan historic range  owa jawa. Selain itu kawasan tersebut terutama memiliki daya dukung lingkungan bagi kelangsungan hidup owa jawa dengan kriteria adalah tidak ada populasi liar di tempat tersebut, merupakan kawasan yang dilindungi sehingga tidak ada kemungkinan penangkapan secara liar lagi, ketersediaan pakan yang mencukupi serta vegetasi yang memungkinkan untuk tempat tinggal satwa tersebut.

Pemantauan (Monitoring)
Merupakan aktivitas pemantauan habitat dan pemantauan owa jawa yang telah di lepas kembali ke alam, melalui kegiatan penelitian-penelitian lapangan dengan bekerjasama dengan Universitas dan Polisi Kehutanan.  Tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan owa jawa di alam, baik dalam hal perilaku hingga perkembangbiakan. Kegiatan ini merupakan kunci kesuksesan dari program rehabilitasi owa jawa, artinya tujuan akhir dari program tersebut dapat terukur.