Yayasan Owa Jawa

  • PDF
  • Cetak

Devi, Owa yang Menderita Akibat Ulah Manusia

  • Jumat, 14 Februari 2014 15:06
  • Oleh Administrator

Lucu wajahnya membuat sebagian orang ingin memiliki salah satu hewan endemik Pulau Jawa ini, kadang tak peduli (meskipun mengetahui) bahwa hewan liar ini adalah satwa terancam punah dengan status dilindungi Undang-Undang. Devi, adalah salah satu owa jawa yang malang nasibnya. Setelah dipelihara selama 5 tahun, akhirnya owa betina remaja ini diserahkan secara sukarela pada tanggal 5 November 2013 lalu.

Pada hari-hari pertamanya di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Owa Jawa (Javan Gibbon Center) Devi menjalani serangkaian pemeriksaan fisik dan medis. Dari pemeriksaan tersebut ditemukanlah kondisi sebagai berikut:

  1. Kondisi tubuh sangat kurus (malnutrisi) akibat kekurangan serta ketidakseimbangan asupan gizinya.
  2. Semua gigi taringnya (4 buah, terdiri dari 2 taring atas dan 2 taring bawah) diratakan dengan gigi serinya dan bahkan gigi serinya pun ikut dikikir karena pemilik takut jika hewan ini menggigitnya.
  3. Pergelangan tangan kiri dan kanannya sebelumnya pernah mengalami patah tulang, sehingga sangat membatasi pergerakannya. Kemungkinan besar akibat rantai yang dipasang pada kedua persendian pergelangan tangannya.
  4. Kualitas tulang paha yang buruk (rapuh), sebagai dampak kekurangan asupan gizi yang berkepanjangan dan kurangnya paparan sinar matahari pagi yang dapat membantu proses pembentukan tulang terutama saat usia pertumbuhan.
  5. Menderita penyakit epilepsi sehingga seringkali tubuhnya kejang-kejang yang didahului dengan suara teriakan yang keras dan disertai kondisi mulut yang berbusa. Epilepsi bisa disebabkan oleh benturan pada kepala yang mengakibatkan kerusakan fungsi syaraf pusat.

Hasil pemeriksaan tersebut berujung pada kesimpulan bahwa Devi tak dapat diliarkan kembali dan ia harus menjalani sisa hidupnya di Javan Gibbon Center. Ini adalah suatu pelajaran yang harusnya menjadi pengingat manusia. Mereka adalah makhluk hidup yang juga berhak untuk hidup bebas. Mari bersama kita jaga keberadaan mereka sebagai kekayaan hayati alam Indonesia.

  • PDF
  • Cetak

KERJASAMA YAYASAN OWA JAWA DENGAN PT. PERTAMINA EP ASSET 3 SUBANG

  • Selasa, 10 September 2013 10:36
  • Oleh Administrator

Pada Senin,9 September 2013 telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Yayasan Owa Jawa dan PT. Pertamina EP Asset 3 Subang bertempat di Hotel Lido, Bogor. Penandatanganan Kerjasama tersebut disaksikan oleh Kepala Bidang Teknis Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) yang mewakili Kepala Balai Besar TNGGP serta disaksikan pula oleh Ketua Dewan Pengawas Yayasan Owa Jawa. Acara ini dihadiri pula oleh Kepala Bidang TNGGP Wilayah 3 Bogor serta segenap jajaran Staff PT. Pertamina EP Asset 3 Subang.

 

 

Ketua Dewan Pengurus Yayasan Owa Jawa, Ibu Noviar Andayani dan Field Manager PT. Pertamina EP Asset 3 Subang, Bapak Defrian Basya sepakat untuk menjalin kerjasama dibidang pendidikan, rehabilitasi dan reintroduksi Owa Jawa. Adapun Perjanjian Kerjasama yang berlangsung selama 6 bulan ini diharapkan dapat memberi dukungan terhadap program-program Yayasan Owa Jawa dalam menjalankan misi penyelamatan sekaligus pengembalian Owa Jawa ke habitat alaminya sehingga kelestarian salah satu satwa endemis pulau Jawa ini dapat terus terjaga.

  • PDF
  • Cetak

Selamat Liar Kembali, Sadewa dan Kiki!

  • Kamis, 27 Juni 2013 09:18
  • Oleh Administrator

Hari sabtu tanggal 15 Juni 2013 yang lalu adalah salah satu momen berharga kami di bulan ini, setelah sebelumnya kami memperoleh hadiah dari pasangan Jowo dan Bombom dengan kelahiran Yudi pada tanggal 7 Juni. Mengapa demikian? Pada akhirnya kami telah berhasil membawa Sadewa dan Kiki kembali hidup bebas di alam yang merupakan tujuan akhir dari program kami.

Pelepasliaran yang dilakukan oleh Menteri Kehutanan RI, Bpk. Dr(Hc) Zulkifli Hasan, SE, MM diawali dengan acara seremonial yang dihadiri oleh para tamu undangan dari berbagai Institusi/Organisasi. Tak ketinggalan, teman-teman dari media massa juga turut meramaikan dan mengabadikan momen istimewa tersebut.  Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua pihak yang telah memungkinkan terlaksananya mimpi Sadewa dan Kiki untuk menikmati kembali kehidupan di alam bebas dan memeriahkan kembali gunung Puntang dengan nyanyian-nyanyian merdunya.

 

 

Halaman 5 dari 11