• PDF

Ekowisata

  • Kamis, 09 Desember 2010 05:56
  • Terakhir Diupdate Jumat, 24 Desember 2010 14:45
  • Oleh Administrator

EkowisataPengenalan satwa terancam punah seperti Owa jawa sangat penting dalam upaya peningkatan kesadaran konservasi. Owa jawa di alam dapat menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkungjung dalam kawasan konservasi yang didalamnya masih dijumpai Owa jawa. Melalui metode bermain sambil belajar dalam program ekowisata dengan rangkaian kegiatan pengenalan hutan beserta flora dan fauna secara langsung, dinilai merupakan langkah efektif dalam menumbuhkan kesadaran konservasi. Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Terletak di lereng G. Pangrango,  dengan ketinggian sekitar 800 m dari permukaan laut memberikan nuansa yang sejuk dan nyaman. Berkat letaknya dan curah hujan yang tinggi, maka wilayah ini mampu menopang keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai jenis pohon, tanaman perambat dan epifit menyediakan tempat tinggal berbagai jenis satwa.  Beberapa jenis satwa yang dilindungi yang ada di sekitar PPKAB adalah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), surili (Presbytis comata) macan tutul (Panthera pardus melas) dan owa jawa (Hylobates moloch). EkowisataPusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, berdiri pada akhir 1998, merupakan hasil kerja sama antara Conservation International Indonesia, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Yayasan Alam Mitra Indonesia (ALAMI) dan Yayasan Owa Jawa (YOJ).  Peran PPKAB menekankan pada usaha-usaha memperkenalkan hutan hujan tropis pada masyarakat luas, lebih khusus kepada masyarakat sekitar kawasan TNGGP. PPKAB berusaha untuk memberikan penyadaran kepada khalayak bahwa menjaga kelestarian alam itu sangat penting. PPKAB memiliki peran yang cukup unik. PPKAB unik karena  selain sebagai tempat tujuan ekowisata, juga - sesuai dengan namanya - berperan sebagai pusat pendidikan yang berusaha untuk menjalankan misinya.Pengenalan satwa terancam punah seperti Owa jawa sangat penting dalam upaya peningkatan kesadaran konservasi. KonservasiOwa jawa di alam dapat menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkungjung dalam kawasan konservasi yang didalamnya masih dijumpai Owa jawa. Melalui metode bermain sambil belajar dalam program ekowisata dengan rangkaian kegiatan pengenalan hutan beserta flora dan fauna secara langsung, dinilai merupakan langkah efektif dalam menumbuhkan kesadaran konservasi. Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Terletak di lereng G. Pangrango,  dengan ketinggian sekitar 800 m dari permukaan laut memberikan nuansa yang sejuk dan nyaman. Berkat letaknya dan curah hujan yang tinggi, maka wilayah ini mampu menopang keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai jenis pohon, tanaman perambat dan epifit menyediakan tempat tinggal berbagai jenis satwa.  Beberapa jenis satwa yang dilindungi yang ada di sekitar PPKAB adalah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), surili (Presbytis comata) macan tutul (Panthera pardus melas) dan owa jawa (Hylobates moloch). Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, berdiri pada akhir 1998, merupakan hasil kerja sama antara Conservation International Indonesia, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Yayasan Alam Mitra Indonesia (ALAMI) dan Yayasan Owa Jawa (YOJ).  Peran PPKAB menekankan pada usaha-usaha memperkenalkan hutan hujan tropis pada masyarakat luas, lebih khusus kepada masyarakat sekitar kawasan TNGGP. PPKAB berusaha untuk memberikan penyadaran kepada khalayak bahwa menjaga kelestarian alam itu sangat penting. PPKAB memiliki peran yang cukup unik. PPKAB unik karena  selain sebagai tempat tujuan ekowisata, juga - sesuai dengan namanya - berperan sebagai pusat pendidikan yang berusaha untuk menjalankan misinya.

Pengenalan satwa terancam punah seperti Owa jawa sangat penting dalam upaya peningkatan kesadaran konservasi. Owa jawa di alam dapat menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkungjung dalam kawasan konservasi yang didalamnya masih dijumpai Owa jawa. Melalui metode bermain sambil belajar dalam program ekowisata dengan rangkaian kegiatan pengenalan hutan beserta flora dan fauna secara langsung, dinilai merupakan langkah efektif dalam menumbuhkan kesadaran konservasi. Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Terletak di lereng G. Pangrango,  dengan ketinggian sekitar 800 m dari permukaan laut memberikan nuansa yang sejuk dan nyaman. Berkat letaknya dan curah hujan yang tinggi, maka wilayah ini mampu menopang keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai jenis pohon, tanaman perambat dan epifit menyediakan tempat tinggal berbagai jenis satwa.  Beberapa jenis satwa yang dilindungi yang ada di sekitar PPKAB adalah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), surili (Presbytis comata) macan tutul (Panthera pardus melas) dan owa jawa (Hylobates moloch). Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, berdiri pada akhir 1998, merupakan hasil kerja sama antara Conservation International Indonesia, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Yayasan Alam Mitra Indonesia (ALAMI) dan Yayasan Owa Jawa (YOJ).  Peran PPKAB menekankan pada usaha-usaha memperkenalkan hutan hujan tropis pada masyarakat luas, lebih khusus kepada masyarakat sekitar kawasan TNGGP. PPKAB berusaha untuk memberikan penyadaran kepada khalayak bahwa menjaga kelestarian alam itu sangat penting. PPKAB memiliki peran yang cukup unik. PPKAB unik karena  selain sebagai tempat tujuan ekowisata, juga - sesuai dengan namanya - berperan sebagai pusat pendidikan yang berusaha untuk menjalankan misinya.Pengenalan satwa terancam punah seperti Owa jawa sangat penting dalam upaya peningkatan kesadaran konservasi. Owa jawa di alam dapat menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkungjung dalam kawasan konservasi yang didalamnya masih dijumpai Owa jawa. Melalui metode bermain sambil belajar dalam program ekowisata dengan rangkaian kegiatan pengenalan hutan beserta flora dan fauna secara langsung, dinilai merupakan langkah efektif dalam menumbuhkan kesadaran konservasi. Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) terletak di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Terletak di lereng G. Pangrango,  dengan ketinggian sekitar 800 m dari permukaan laut memberikan nuansa yang sejuk dan nyaman. Berkat letaknya dan curah hujan yang tinggi, maka wilayah ini mampu menopang keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai jenis pohon, tanaman perambat dan epifit menyediakan tempat tinggal berbagai jenis satwa.  Beberapa jenis satwa yang dilindungi yang ada di sekitar PPKAB adalah Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), surili (Presbytis comata) macan tutul (Panthera pardus melas) dan owa jawa (Hylobates moloch). Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, berdiri pada akhir 1998, merupakan hasil kerja sama antara Conservation International Indonesia, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Yayasan Alam Mitra Indonesia (ALAMI) dan Yayasan Owa Jawa (YOJ).  Peran PPKAB menekankan pada usaha-usaha memperkenalkan hutan hujan tropis pada masyarakat luas, lebih khusus kepada masyarakat sekitar kawasan TNGGP. PPKAB berusaha untuk memberikan penyadaran kepada khalayak bahwa menjaga kelestarian alam itu sangat penting. PPKAB memiliki peran yang cukup unik. PPKAB unik karena  selain sebagai tempat tujuan ekowisata, juga - sesuai dengan namanya - berperan sebagai pusat pendidikan yang berusaha untuk menjalankan misinya.