• PDF

Strategi

  • Kamis, 09 Desember 2010 05:56
  • Terakhir Diupdate Sabtu, 11 Desember 2010 08:33
  • Oleh Administrator

SASARAN KONSERVASI JGC

Keberhasilan pelepasliaran kembali pasangan Owa jawa yang telah  terehabilitasi ke dalam kawasan perlindungan dengan kondisi habitat yang memiliki kelayakan untuk hidup.
Strategi :

  1. Menyusun dan mempersiapkan workshop  untuk mendiskusikan dengan para pihak yang terkait mengenai strategi konservasi owa jawa.
  2. Mengidentifikasi  habitat yang layak untuk lokasi pelepasliaran owa jawa melalui rangkaian kegiatan survei lapangan. Penentuan lokasi pelepasan berdasarkan petunjuk dari kriteria-kriteria standar IUCN.
  3. Bekerja sama dengan lembaga pemerintah, dalam hal ini Departemen Kehutanan RI  untuk mengembangkan strategi perlindungan habitat yang sesuai dan perencanaan suatu  mekanisme anti perburuan satwa liar.
  4. Mengembangakan uji coba pelepasan  pada lokasi pelepasan di hutan patiwel. Dengan tingkat keamanan lokasi, perlu dibuat mengenai pengaturan dalam pemanfaatan lokasi dan pelaksanaanya. Mengembangkan dan melaksanakan strategi rehabilitasi yang sesuai, dengan melakukan konsultasi kepada pihak-pihak terkait yang melakukan kegiatan serupa seperti dengan Kalawet Gibbon Project (KGP) di Kalimantan Tengah.
  5. Mengembangkan sistem kelayakan untuk memantau keberhasilan program dan   membuat perubahan dalam setiap perkembangannya.
  6. Mempublikasi hasil program dalam jurnal yang tepat, publikasi-publikasi ilmiah lainnya dan popular.
  7. Mempersiapkan Owa-owa yang telah layak untuk dilepaskan ke alam.
  8. Merancang fasilitas-fasilitas di  lokasi JGC dan lokasi pelepasan serta  sistem jalur untuk monitoring.


Keterlibatan, pengembangan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
Strategi:

  1. Mempekerjakan masyarakat lokal dalam proses pembangunan fasilitas-fasilitas JGC, selain itu juga menciptakan peluang-peluang bagi masyarakat melalui pembelian bahan-bahan kebutuhan / material-material lokal yang dibutuhkan oleh JGC.
  2. Merekrut satu orang paramedis dan satu orang dokter hewan yang bersifat paruh waktu untuk membantu manajemen JGC.
  3. Memberikan pelatihan-pelatihan bagi para teknisi lapangan, yang dapat dilakukan  oleh KGP dan staf Kebun Binatang Perth, Australia.
  4. Menciptakan tenaga kerja lokal melalui pembelian makanan dan perlengkapan bagi JGC dari masyarakat lokal.
  5. Mengembangkan lokasi untuk penelitian konservasi yang juga akan menciptakan  tenaga kerja lokal sebagai teknisi penelitian dan staf lapangan.
  6. Merekrut dua orang staf  (koordinator pendidikan dan pengemudi) untuk mengelola dan melakukan  program pendidikan dan kegiatan mobil unit.


Manfaat yang maksimal bagi konservasi melalui perlindungan  habitat
Strategi:

  1. Pemilihan lahan dalam kawasan yang merupakan  strategis yang menguntungkan untuk perlindungan kawasan.
  2. Menyediakan kawasan yang tetap dan aman, sebagai pencegahan eksploitasi secara ilegal terhadap owa jawa.

 

1. Keberhasilan pelepasliaran kembali pasangan Owa jawa yang telah terehabilitasi ke dalam kawasan perlindungan dengan kondisi habitat yang memiliki kelayakan untuk hidup.

Strategi:

a. Menyusun dan mempersiapkan workshop untuk mendiskusikan dengan para pihak yang terkait mengenai strategi konservasi owa jawa.

b. Mengidentifikasi habitat yang layak untuk lokasi pelepasliaran owa jawa melalui rangkaian kegiatan survei lapangan. Penentuan lokasi pelepasan berdasarkan petunjuk dari kriteria-kriteria standar IUCN.

c. Bekerja sama dengan lembaga pemerintah, dalam hal ini Departemen Kehutanan RI untuk mengembangkan strategi perlindungan habitat yang sesuai dan perencanaan suatu mekanisme anti perburuan satwa liar.

d. Mengembangakan uji coba pelepasan pada lokasi pelepasan di hutan patiwel. Dengan tingkat keamanan lokasi, perlu dibuat mengenai pengaturan dalam pemanfaatan lokasi dan pelaksanaanya. Mengembangkan dan melaksanakan strategi rehabilitasi yang sesuai, dengan melakukan konsultasi kepada pihak-pihak terkait yang melakukan kegiatan serupa seperti dengan Kalawet Gibbon Project (KGP) di Kalimantan Tengah.

e. Mengembangkan sistem kelayakan untuk memantau keberhasilan program dan membuat perubahan dalam setiap perkembangannya.

f. Mempublikasi hasil program dalam jurnal yang tepat, publikasi-publikasi ilmiah lainnya dan popular.

g. Mempersiapkan Owa-owa yang telah layak untuk dilepaskan ke alam.

h. Merancang fasilitas-fasilitas di lokasi JGC dan lokasi pelepasan serta sistem jalur untuk monitoring.

 

2. Keterlibatan, pengembangan dan peningkatan kapasitas masyarakat.

Strategi:

a. Mempekerjakan masyarakat lokal dalam proses pembangunan fasilitas-fasilitas JGC, selain itu juga menciptakan peluang-peluang bagi masyarakat melalui pembelian bahan-bahan kebutuhan / material-material lokal yang dibutuhkan oleh JGC.

b. Merekrut satu orang paramedis dan satu orang dokter hewan yang bersifat paruh waktu untuk membantu manajemen JGC.

c. Memberikan pelatihan-pelatihan bagi para teknisi lapangan, yang dapat dilakukan oleh KGP dan staf Kebun Binatang Perth, Australia.

d. Menciptakan tenaga kerja lokal melalui pembelian makanan dan perlengkapan bagi JGC dari masyarakat lokal.

e. Mengembangkan lokasi untuk penelitian konservasi yang juga akan menciptakan tenaga kerja lokal sebagai teknisi penelitian dan staf lapangan.

f. Merekrut dua orang staf (koordinator pendidikan dan pengemudi) untuk mengelola dan melakukan program pendidikan dan kegiatan mobil unit.

 

3. Manfaat yang maksimal bagi konservasi melalui perlindungan habitat

Strategi:

a. Pemilihan lahan dalam kawasan yang merupakan strategis yang menguntungkan untuk perlindungan kawasan.

b. Menyediakan kawasan yang tetap dan aman, sebagai pencegahan eksploitasi secara ilegal terhadap owa jawa.